Sabtu, 12 Juli 2014

01411. NENEK SUYI ALM :



NYALIKSIK :

Sebenarnya yg paling menyayangi ake adalah nenek Suyi alm, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala kesalahannya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka semua, karena mereka telah mengasihi kami waktu kecil, Aamiin.

Dia pembela sejati kalau ake dimarahi sama ibu, bapak tdk pernah memarahi ake, dia terlalu sibuk dg pekerjaan dan hobynya barangkali.

Ya nenek ake yg selalu membela tanpa kompromi, lebih lagi sekarang bpk dan nenek tinggal di dlm rumah 1 kopple, jadi kita hanya terhalang sekat dinding bata press berongga, bahan percobaan bikinan Bandung naman ya Bems.

dindingnya tdk di pelester lagi, karena permukaan bata press sdh dianggap rata, jadi tinggal dikapur saja, lantainya dari plesteran semen, ruang tamu dan kamar tidur pakai jendela kaca, rumah gedung permanen.

Waktu ake kesana lagi setelah pensiun, rumah itu tinggal pondasinya, tapi bangunan yg sebelah dan depannya masih ada.

Setelah bapak dan ibu ake pindah bersama adik2, ake tinggal bersama nenek karena terikat sekolah.

Keterikatan ake semakin erat dan tergantung sama nenek Suyi, pulang sekolah langsung pulang dan makan, selesai makan kelihatan nenek sdg nyeupah  diujung atas tangga kedapur.

Ake nyamperin duduk ditangga ke-2nya dg kepala didekatkan kebadan nenek, tdk lama tangannya akan otomatis nyaliksik  kepala ake lamaaa sekali sampai ter-kantuk2 keenakan.


0142. NYAIIIR :



Kalau air kali Ciliung lagi banjir dan kebetulan ake nginep di rumah nenek ake, namanya Suyi alm, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala kesalahannya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi, nenek Suyi, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, Aamiin.

Nenek suka nyair dikali belakang rumah, dibawah pohon karet munding yg besaar, akar rambatnya bergelantungan diatas kali, kalau lagi berenang dipakai tempat bergelayut dari atas tebing ke atas sungai dan byuuuur terjun keair.

Nah sekarang bagian nenek ake dan ake berendam diair banjir, diantara akar2 karet munding yg terendam air, yg berubah menjadi anak2 akar yg kecil2 buaaanyak, dan menjadi tempat persembunyian ikan2 kecil, yg ketemu sair nenek ake, dpt deh ikannya, ada banyak udang kecil2, ikan Benteur dan anak ikan Nilem.

Ketika pohon karet munding ini tumbang kekali Ciliung, air kali Ciliung sampai terbendung saking besarnya, ya kira2 sebesar rumahlah pohon dan akar2 sulurnya, itu katanya, waktu ake sudah tinggal di Bandung.

01412. GAMBIR BUAT NENEK :



Kalau ake main dan melihat pohon pinang berbuah, ake panjat dan dibawa pulang kerumah utk nenek nyeupah, enak tdk nek buah pinang yg kemaren, "ah kurang enak rada kecut, yg enak mah yg kemaren dulu, buahnya bulat2".

Wah itu susah, pinangnya sdh tua jadi pohonnya tinggi sekali, mana buahnya jarang, tumbuhnya dipinggir kali lagi, batangnya dipakai tempat ngikat pegangan jembatan bambu.

Tapi ake terpaksa panjatin juga tuh pohon pinang walau paha sama telapak kaki ake gamang, habis buat nenek tersayang. Tangkap nih Mif,............awas, …ah. jatuh keselokan.

"Kesana belikan sirih, gambir sama kapurnya" kata nenek, ake berangkat lagi membeli sirih, penjualnya jauh tapi sirihnya bagus dan segar.

Waktu ake sudah bekerja, di Palembang dipasar dekat jembatan Ampera melihat gambir bagus sekali, diris segi panjang putih dan ringan, ake heran gambir yg dibeli ake utk nenek dahulu dicetak bulat dan berat, rupanya sudah terlalu banyak campurannya.

Ake beli gambir Sumatra segepok dan dibawa pulang ke Bandung dikasih orang yg suka nyeupah, nenek ake almarhum sudah lama meninggal, waktu meninggalnya ake sedang di Lampung tidak sempat bertemu dahulu.

Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala kesalahannya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi, nenek Suyi, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, amien.

01334. HANYA IKAN DEWASA :



Ikan hasil tangkapan biasanya ikan Nilem sebesar pergelangan tangan ake rata besarnya, maklum yg boleh datang diacara Mijah hanya ikan dewasa, ikan balita tdk ikut diundang dlm acara ikan dewasa ini.

Sekarang bagian ake menjalankan tugas, membagikan ikan hasil tangkapan ke tiap pintu perumahan, satu pintu kebagian 2 ekor ikan besar, kalau ikannya agak kecil ya 3 ekorlah, semua harus kebagian, waah cape sekali.

Waktu adik laki2 ake meninggal karena sakit, ibu ake berbisik sama bpk ake, pak jangan terlalu sering ngambil ikan dikali, semalam adik kecil yg meninggal mimpi terhanyut kekali Ciliung, "ah itu hanya mimpi", sanggah bapak ake.

01333. UPACARA SELESAI :



Belakangan setelah ahli, jika melihat ikan masih liar dan semangat, bpk ake akan menonton dulu sampai upacara mijah selesai. Ikan dari berbagai lubuk dikali itu bersatu utk 1 tujuan, mijah.

Mereka tdk memilih air lubuk yg dlm utk mijah, melainkan air deras dangkal yg berbatu koral, disitu mereka berkejaran berdesakan, ikan betina didesak ikan jantan ber-ramai2 kedlm celah sempit batu koral, ber-ulang2 sampai semua telor yg sdh tua keluar dan dibuahi ikan jantan.

Selesai upacara ini semua ikan sempoyongan kepayahan bersandar dibatu2, Baru daah…. jala ditebar pelan2, kadang jala tdk perlu diangkat, dibiarkan saja tertutup seperti itu, kemudian bpk ake meraba ikan dibalik jala dan merogohnya satu2 sampai kempis penuh dan ikan dibawah jala habis.



01332. JALA TERBALIK :



Tapi anehnya bpk ake orangnya yg selalu pulang membawa hasil tangkapan ikan Mijah, kempis besar jarang muat membawa ikan tangkapan, sering kain sarung merangkap menjadi tempat ikan, atau malah jala dibalik dipakai tempat ikan.

Ketika bpk ake belum pengalaman menjala ikan mijah, melihat ikan sedang mijah diair dangkal diatas gosong koral, saking semangatnya melihat ikan penghuni kali buaanyak bergerombol, langsung ditebar jala.

Ee….ladalah, ikan serentak berlompat bersamaan dlm gemuruh sibakan air, seperti pesawat mau tinggal landas, ahirnya bukan ikan yg didapat, melaikan jala yg terbalik diterjang ikan yg melompat serentak.




01331. NGITIP MIJAH :



BERITA LANGIT :

Musim kemarau air kali Ciliung surut dan bening, bpk ake yg tukang mancing paling duluan tahu, kalau ikan tdk mau nyanggut umpan dimata pancing, malah berlompatan ke permukaan air, tandanya ikan akan Mijah.

Tdk gampang mendapati ikan Mijah, namun tanda2-nya dpt dirasakan, malam2 sangat dingin sehingga membuat semua orang enggan turun ke kali, kecuali bpk ake yg sdh tahu ini waktunya ikan Mijah.

Dia lihat langit malam yg cerah, jika bintang2 marak berkelipan, ikan dikali sedang liar akan mijah, dia hitung juga malam pasaran, manis, pahing, pon, kaliwon, wage. 

Jika dari parameter, dinginnya malam, berita langit dan pasaran malam itu malam H, masih ada soal besar, di lubuk yg mana ikan akan Mijah dan jam berapa, artinya tiap lubuk harus dikontrol dan dinilai.

Semalaman sendirian, sungguh menguras segala keberanian, energy dan keilmuan, ingat yg suka ikan Mijah bukan hanya manusia, binatang malam bahkan yg buas juga ikut bersaing ngintip  Mijah.

Tdk jarang ditunggu dari tengah malam, dikejar ketiap lubuk, ee malah Mijahnya sdh jam 7 pagi, kesiangan deh bapa ake berangkat kerja.

0132. BAPAK SWADAYA :




Dirumah, bpk ake segala pekerjaan dikerjakan sendiri, ketika melihat kompor mulai dipakai orang memasak, bpk ake membuat sendiri kompor, kemudian para tetangga dan saudara berebut minta dibuatkan.

Bikin dandang dan langseng sdh dari dahulu dikerjakan, rantang mangkuk sayur dan cukil dibuat dari bahan aluminium sisa, bahkan ketika teman sebaya bermain sepedahan roda 2, ake dibuatkan mobil2-an roda 4 dari plat seng sisa juga, lengkap dg setiir seperti jeep williys.

Diwaktu senggang bpk ake sering mancing ikan di kali Ciliung, tapi bukan hanya hobi mancing, melainkan membuat sendiri joran, kempis  bahkan mata pancingnya, kecuali nilonnya yg dibeli.

Senang menjala dan membuat jalanya, membuat coban , merajut dan memperbaiki jala, membuat cetakan utk mencor batu jala dari timah.

Ketika pergi mancing jarang pulang tanpa hasil pasti dapat ikan, malah kalau hari libur berangkat mancing sekalian bawa nasi sambal dan lalapan, ikannya hasil pancingan dibakar dibelakang Tabet .

01313. UANG SEBENGGOL :



Kalau tadi suara anginnya mendenging, sekarang berubah menjadi air meyemprot sebesar kepala obeng dg kecepatan 1,6 km/detik, cepat sekali kan kalau kena baju bisa robek saking cepat dan mampatnya.
Kemudian menerjang baling2 turbin berupa mangkuk2 dan berputar dg kuat, makin kuat bertenaga dan kencang. Semua orang di pabrik panik, karena mereka tahu bapak ake ada dibawah turbin yg sekarang berputar kencang, mandor pabrik segera lari keatas dawuan dan menutup pintu air.

Semua orang bergegas memeriksa ke lubang turbin, tapi tdk ada yg berani masuk turbin masih berputar kencang, ada yg lari kehilir  tempat pembuangan air, memeriksa barangkali air sudah merah karena darah dan badan bapak ake hanyut tercincang baling2, tapi ditunggu lama tdk ada hanyut.
Putaran turbin melambat dan ahirnya berhenti, tak lama kemudian bapak ake keluar pelan2 dari celah persembunyian dan naik keatas, kedinginan, alhamduliIllah.

Rupanya dlm kepanikan bpk ake sempat melihat celah sempit antara baling2 turbin dg dinding, dan merapat diam tdk bergerak disana, ahirnya bpk ake diangkat ber-bamai2 diarak keliling lantai pabrik.
Tdk diketahui siapa orang yg membuka pintu air yg tdk dijaga tadi, tapi sejak itu gaji bpk ake dinaikan sama kawasa perkebunan dari 3 ketip 5 sen, uang berapa tuh tahun 1940an, menjadi 3 ketip 7 sen 5 peser, jadi dpt kenaikan 2 sen 5 peser atau "sabenggol".

Sekali waktu ake ngantar nasi lagi, bpk sedang mengecat dinding atas gedung pengasapan karet seet  setinggi gedung 5 lantai, tinggi sekali pakai tali bergantungan, membuat tulisan "Cisaga Anno".

01312. TURBIN AIR :



Dahulu ketika bpk sendirian sedang membetulkan turbin dibagian bawah lantai pabrik, aliran air dari dawuan yg tingginya sekitar 50 meter diatas lantai pabrik sdh ditutup. Tiba2 mendengar suara mendenging sangat keras dari corong tempat air nyemprot mangkuk turbin, bapak panik. 

Tak lama air sampai dan menyemprot, tekanan air dlm pipa baja berdiameter 80 cm jatuh dari ketinggian 50 m, dipaksa ditekan kedlm lubang sebesar kepala obeng, coba mas Amay hitung dulu, volumenya hampir 40.000 liter, berat masa airnya = 40. Ton.

Jika kecepatan jatuhnya dianggap konstan saja = 1m/detik, dari penampang 80 cm dipaksa (dg tekanan 40 ton/m ) dimasukan kedlm penampang lubang corong, 5 mm2, maka akan meningkat menjadi 80 cm2 : 5 mm2 x 1m/detik = 1.600. m/detik.


01311. CISAGA ANNO :



HANTARAN UTK BAPAK :

Bapak ake alm bekerja di bengkel pabrik ake sering ikut ibu alm mengantar makan siang, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala kesalahannya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka semua, karena mereka telah mengasihi kami waktu kecil, Aamiin.

Sampai dijembatan kali Ciliung harus berpegangan sama tangan ibu, karena lantai papan jembatan dibuat renggang mungkin sengaja supaya air hujan tdk tergenang diatasnya, meski celah ini hanya lima senti meter tapi sungguh membuat gamang , karena dari celah ini terlihat batu2 dan air yg mengalir deras jauh dibawahnya, sangat mengerikan. Karena sungai dibagian sini bercabang, jadi ada dua buah jenbatan panjaaang  ah.

Ada lagi yg membuat ngeri ketika masuk kedlm pabrik penggilingan basah, kebisingan suara mesin, kemudian terlihat gambar orang tua yg lagi meringis terkena puntiran mesin putar yg tdk berpelindung, itu adalah papan peringatan dari setandar keselamatan kerja.

Sesudah agak besar ngantar makan siang sendirian, macam2 yg dikerjakan bapak dipabrik, kadang sedang me-motong2 plat besi pakai pahat dan palu besi, bising sekali. Sekali waktu sedang dibagian belakang pabrik memperbaiki tangki air diatas menara air, kadang sedang diatas dawuan , menguras air bendungan yg memutar turbin dibawah lantai pabrik.

01234. BERHITUNG UNTUNG :



Kembali dari Pangandaran pikulan sudah kosong uang hasil penjualan memenuhi dompet, lumayan, di Banjar Sari melihat orang sedang panen mentimun, buahnya bagus harganya miring, pikulan ahirnya diisi mentimun sampai ke pasar Banjar, ternyata sedang panen besar harganya jatuh, terpaksa dijual murah, rugi sedikit jadilah.

Uang modal dibelikan beras dan dipikul balik ke Lumbung, sampai ke kampung beras masih banyak, terpaksa diantar ke pasar Panjalu. Kafilah dagang memang tdk dijamin selalu untung, terutama kalau banyak berimprofisasi, dari 3 hari 3 malam perniagaan, berkelana, out bond atau uji nyali, entah yg mana yg dominan.

Dlm perjalanan balik kampung  lagi, uang hasil perniagaan dihitung, ternyata sedeng klop dg uang modal dari kake Ardja Bangsa. Entah,........ harus tertawa lebar atau tersenyum kecut, resiko ini dipikul berdua, kake Raksa dan kakek Sadeli almarhum, ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala kesalahannya dan mengasihi mereka, karena mereka berdua telah mengasihi kami, waktu kami masih kecil, AAmiin.

012323. TEROWONGAN SUMBER :



Acara blm selesai lepas jembatan disambut hutan lebat gelap dg pepohonan dlm jalur jalan melingkar dan didepan menghadang tebing dan hutan belantara dg lobang terowongan tepat di-tengah2 jalur kereta, terowongan Sumber.

Dimulut terowongan banyak ditemukan galah sedepa, diraih dan dibawa masuk, bismilahirahman nirahim, pengap dan gelap dicoba menyalakan paneker habis bensin, lumayan buricak batu paneker menjadi harapan, makin kedalam makin pengap dan gelap, bukan hanya telunjuk yg tdk kelihatan, hidung sendiri tdk ketahuan dimana rimbanya.

Rupanya hanya galah inilah yg dpt menuntun petualang menapaki terowongan dg benar, tdk membentur dinding, masih ada bahaya lain, kalau ada petualang berlawanan arah bisa langsung beradu hidung, oooh masih ada, karena gelaaap. Sekarang dimulai kebiasaan baru, setiap lima langkah petualang harus bergantian batuk utk memberi isyarat kpd petualang didepan, rekeet, rekeet, uhuuuk,........rekeet, rekeet, uhuuuuk.

Ada secercah sinar dikejauhan membuat langkah dan nafas lebih ringan, makin lama cahaya makin besar dan memenuhi terowongan, bersamaan dg semilir segar udara laut, memang ujung terowongan seperti menembus laut dan ahirnya berbelok kekanan menyusur pinggiran laut selatan, halteu Pangandaran terasa dlm jangkauan.

012322. JEMBATAN CIKACEPIT :



Barang dagangan tinggal sedikit tapi naluri petualangan mendorong meraka melanjutkan perjalannan, udara pagi persawahan terasa sejuk disebelah kiri langit biru menaungi gelegaknya ombak laut selatan, didepan dan arah kanan nuansa hijau mewarnai gunung2 bertautan,  ayunan kaki dan pikulan terasa lebih ringan.

Jalur jalan tetap lurus seolah menuju laut sampai diujung perbukitan, ternyata dataran terputus sebuah lembah yg dalan dan jalur kereta ada diatas jembatan panjaaaang Cikacepit, dibawah ngarai terlihat sawah dan sungai berbatu, terlihat orang2 kecil sedang mengerjakan sawah, panjang dan tinggi dg konstruksi penyangga terbalik ada dibawah, jembatan seolah tak berpegangan.

Bagaimana ini mau lewat jalur jln aspal, harus berbalik arah memutar begitu jauh, mau lanjut serasa gamang dan tak mampu, ahirnya kafilah dagang terduduk dipinggiran rel ujung jembatan. Sayup2 terdengar bunyi besi jembatan yg dipalu, terlihat orang sedang memperbaiki ujung jenbatan dan memukul, yg aneh suara pukulan tdk seirama dg gerakan palu, seakan pantulan karet yg berbunyi.

Bentang jembatan hampir 200 meter diatas lembah yg dalam, sehingga gemma pukulan mengalami perlambatan berbanding jarak pandang, ketika posisi palu diatas bunyi baru sampai kpd penonton. Melihat orang bergelantungan dlm rangka jembatan menumbuhkan keberanian para petualang utk mencoba out bond.

Bangun dan mencoba hati2, kaki kiri melangkah ringan kedepan menggapai bantalan, beban badan dan pikulan masih berada dibelakang, setelah mantap kaki kiri berpijak baru berat badan dan pikulan bergerak mengayun kedepan bersamaan dg kaki kakan melangkah merapat ke posisi kaki kiri, tahan keseimbangan, yaa, kaki kiri melagkah lagi ringan kebantalan depan, mantap, berat badan dan pikulan diayun kedepan bersamaan kaki kanan merapat keposisi kaki kiri, yaa.........., begitu terus diikuti petualang out bond kedua.

Gerakan ini terasa begitu lambat tapi siapapun tak berani berimprofisasi, kalau mata kita diangkat jauh dari jembatan, terlihat gerakan mereka seperti ulat jeungkal berjalan dg pikulan.

Dan daratan terasa semakin jauh dibawah, tebing sawah dan pucuk kelapa makin menjauh, air sungai dan batu2 sungguh membuat gamang dlm melangkah. Tapi siapakah yg berani surut kebelakang, tdk, tak terasa acara out bond telah berganti jadi uji nyali, apa boleh buat, dan kera2 bergelantungan di-pucuk2 pohon hutan seberang mentertawakan.

012321. SEPAT BANJAR :



Ada jalur perdagangan lain, Lumbung Kawali Bunter Cisaga Banjar, kali ini kavilah dagang dibagi 2, kakek dan kakak kedua berangkat ke jalur tradisional Cirebon, Bpk ake sama kaka ke1 ke jalur Banjar. Berangkat dari kampung dini hari lepas Kawali ngambil jalur Bunter, sore hari sudah lewat Cisaga dan istirahat di Cigerendeng.

Warung jaga tempat istirahat pedagang  pikulan, sajian khasnya adalah goreng ikan asin Sepat Banjar yg baru diangkat dari bleeng-an, ukuran telapak tangan orang dewasa, dagingnya empuk gurih dan gahar dan "ngepruy", dimakan dg nasi akeul beras merah, sama sambal terasi dan lalapan. Mengantar tidur di-bale2 begitu pulas, badan bekas payah ditambah perut kenyang, bangun subuh menuju pasar Banjar.

Kakak ke1 seorang petualang, karena barang dagangan blm habis terjual dia usul, bagaimana kalau kita coba jualan ke Pengandaran, ok, mereka berangkat menyusuri jalur kereta api Banjar Cijulang. Sengaja memilih jalur kereta api karena jln relatif datar dan tdk melingkar, semacam track lari marathon tapi sambil bawa pikulan. Ada yg harus dibiasakan dari track ini, pola langkah kaki dan ayunan pikulan harus seirama dg bentangan bantalan kereta,
dlm 1-2 kilo meter sudah klop, aman.

Sampai di halteu Padaherang pasar sudah bubar, pembeli sepi perjalanan dilanjutkan, jalur kereta api terasa cocok dg pelari marathon pikulan.
Menjelang dhuhur sudah masuk di stasiun Banjar Sari, barang dagangan bertambah ringan sebagian ditenteng pembeli, perjalanan berlanjut tetap menyusur jalur kereta api, udara sore hari dg semilir angin gunung terasa membawa kesegaran, setelah seharian dipanggang panas matahari.

Masuk halteu Kalipucang sudah menjelang magrib, istirahat dan makan diwarung dg sajian udang goreng tepung tangkapan sore, renyah tepung berasnya dan manis terasa daging udangnya, sungguh pengantar tidur yg nikmat.

012312. TEA SETT BARU :



Pulang dari Cirebon pikulan tdk kosong, penuh ikan asin, barang kelontong, bahkan bpk ake beli teaset gerabah lengkap, maklum keluarga baru.
Lepas turunan Cageur, kok jadi turunan yah tadi tanjakan, sudah larut malam, tapi karena  rindu kampung perjalanan dilanjutkan, gelap bulan pula.

Berjalan beriringan kaka sulung badannya tegap dan paling kuat pikulannya didepan, baru kakek dan kaka kedua, bapak ake paling belakang.

Jalan sambil ngantuk kadang tidur jalan sambil memegang tali pikulan kaka, didaerah Cinyasag jln lurus aman, belokan pertama kedua aman, nah belokan braaak………….

ikulan bpk ake menabrak tebing, keruan tea set gerabah baru beli, utk hidangan minum keluarga baru berantakan, inaliIllahi wa ina Illaihi rojiun.

012311. BERNIAGA JAMAN JEPANG :



TANJAKAN CAGEUR :

Jaman penjajahan Jepang, barang komuditi dibatasi, seperti beras, minyak kelapa, gula dll, kakek empat beranak semua laki2. Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil.

Berniaga dg  pikulan lewat terobosan jl tikus menghindari patroli Jepang. Jalur Lumbung Panawangan Kuningan Cirebon, satu pikulan membawa 50 kg barang, ada gula merah, minyak kelapa ada juga mie kering dari ampas tapioca warna kuning.

Berangkat dari kampung dini hari masuk jalur tikus, sampai di Panawangan motong jl hideung hampir subuh, sampai di Sela Djambe masuk lagi jalur terobosan pendakian tanjakan Cageur, mulai nginjakan kaki awal tanjakan jam 7.00 pagi, bismiIllahhi rahman nirahim. Jln tanah me-lingkar2 dibibir tebing yg hampir tegak, Setiap langkah adalah perjuangan, mengangkat beban dan kontrol keseimbangan, harus tetap waspada.

Masuk pundak pendakian tanjakan Cageur waktu sudah jam 10.00. Dititian terahir harus sigap, sambil melangkah  tangan kiri meraih daun ilalang, dan disimpul dlm satu gerakan jari telunjuk, sambil berdo’a "cageur beuteung waras badan", tangan kanan tetap harus mengontrol rancatan, alhamduliIllah.

Sampai di kampung Kretep jln tinggal mendatar melingkari area waduk Darma, istirahat dan makan dg goreng beunter ikan endemic waduk Darma. Perjalanan dilanjutkan menyusuri jln hideung sampai Kuningan, istirahat lagi dan makan, dilanjutkan dg perjalanan malam, kadang sampai Cilimus nginap dahulu, baru dilanjutkan besok subuh  perkiraan sampai Cirebon waktu pasar pagi.


01223. IKAN BALITA KAKEK :



Nah dikowakan ini kakek berdiri memegang sair bongkok, memilih ikan yg mau dipijahkeun, ikan Mas, Tawes, Nilem dan Beureum Panon.
Pertama dipilih betinanya yg telurnya sdh tua, kemudian dia pilih jantan-nya 3 x lebih banyak jumlahnya, kemudian dilepas dikolam yg sdh kering dan baru dialiri air, begitu masuk diair kolam yg harum terjemur mata hari, ikan langsung berseliweran, kejar2-an.

Malamnya kakek menyiapkan lampu senter, baju hangat, tikar dan kopi panas, kemudian dia berangkat kepinggir kolam menunggui ikan mijah. Ini acara kesukaan kakek ngintip mijah yg direkayasanya sendiri.

Biasanya mijahnya berhasil baik, ikan bibitnya diangkat dipidahkan kekolam lain. Setelah anakan ikan sebesar jari kelingking, kolam dibedahkeun lagi, diangkat anakan ikannya dan ditakar. Kalau dapat 10 takar, 5 takar dipindah kekolam pembesaran, dan 5 takar masuk kedapur disetor ke nenek, sebagian dipepes, sebagian digoreng kering, enak harum guring dan renyah.

Sekarang disuper market banyak dijual ikan balita,…… hasil pijahan kakek ake itu. 

01222. NGABEDAHKEUN :



Kakek Ardja Bangsa memang orangnya penuh perhitungan, dari kolam yg 5 buah itu tdk semuanya jadi kolam pembesaran ikan, ada kolam yg khusus utk mijahkeun , sekarang kolamnya sudah 5 hari dikeringkan, hari ini dia ngabedahkeun.

Tdk semua proses ngabedah keun sama, tergantung tipe aerasi kolam, disini semua kolam menerima air pancuran deras dari hulu, dan pancuran pembuangan kehilir.

Jadi sirkulasi air kolam sangat bagus dan sehat, air kolam juga bisa dikuras habis pada saat ngabedahkeun, beda dg daerah lain kan.

Dibagian hilir dasar kolam dari awal pembuatan sdh disediakan pipa besar pembuangan air namanya "kuluwung", yg ditutup batang kayu dan dihimpit batu besar, setengah permanen kecuali pd saat ngabedahkeun ini dibuka.

Dibawah "corogan  pancuran" didasar kolan sdh ada "kowakan"  tempat ikan berkumpul saat air mulai surut, ada saluran kecil juga dari kowakan kearah kuluwung, tempat seluruh ikan yg hampir kekeringan pd "neureus" menuju kowakan.

 

01221. MAKAN IKAAAAN :



Ake sdh biasa dan suka makan ikan kali, sekarang ake harus makan ikan teruuus, kalau kakek Ardja Bangsa habis ngabedahkeun, ikan yg diangkat tdk kurang dari 20 kg yg dibawa kerumah, hari pertama makan dg ikan bakar, minimal ikan Nilam dan ikan Tawes bakar sekali makan.

Hari selanjutnya ikan goreng sekali makan 2 ekor juga, ikan Nilam dan ikan Beureum Panon, pagi ikan goreng sore ikan goreng, itu bisa lima hari baru habis ikan goreng, nyambung ikan pindang manis basah 2-3 hari, selanjutnya ikan pindang manis goreng, ini baru abis setelah 5 hari juga.

Sekarang kakek ake sudah siap2 lagi mau ngabedahkeun, karena mau mengerjakan sawah, banyak mengundang orang kerja, kadang ake rindu makan yg bukan ikan.
 

01212. TACKLE-ING SINYO BELANDE :



Dahulunya mereka berdua kakek Sadnawi dan kekek Ardja Bangsa, sama2 bekerja di perkebunan Gunung Bitung, karena Ofsinder  Gunung Bitung itu orang sekampung dan masih saudara kakek Ardja Bangsa. Tapi waktu maen bola kakek Ardja Bangsa men-tackle dg keras kawasa perkebunan yg orang Belanda itu, sampai tersuruk diselokan. Utk menjaga keselamatan dan atas saran Ofsinder, kakek Ardja Bangsa pulang kampung dan tak pernah kembali lagi, ini jaman Belanda lho jangan main2 sama penguasa.

Sekarang dia sudah sering datang, cucunya banyak dan beberapa yg sdh beranjak dewasa, tapi semua perempuan, ake ini cucu laki2 pertamanya, makanya dia sering datang menengok ake. Kalau datang dia menjinjing tas kulit warna hitam yg banyak lipatannya, pake baju bedahan, celana panjang dan sepatu kulit, dan ini yg khasnya, dia pake iket kepala model barangbang semplak  dan merokok padudan. Saku celananya dalam sekali, karena dari situ bisa keluar 3 butir telur asin kesukaan ake, dia juga tdk pernah lupa membawakan ake kain sarung baru.

Berkali kali dia merayu bpk mau membawa ake ke Panjalu, tapi sering kandas, kali ini ake sudah naik ke kelas 3 sekolah rakyat, rupanya rayuan kakek yg satu ini berhasil mendapat ijin bpk. Kakek sendiri yg datang ke sekolah meminta ijin dan surat pindah, kemudian ake dibawa ke Panjalu. 

01211. KAKEK ARDJA BANGSA :



IKUT KAKEK :

Sebenarnya kakek Sadnawi dan nenek Suyi ini bukan kakek nenek ake langsung, tapi nenek Suyi ini adalah kakak dari nenek Sarwi yg di Panjalu itu, tapi karena kakek nenek Sadnawi, tdk punya anak, ya bapak ake yg dikukut dari kecil, sampai bekerja dan sekarang tinggal di rumah kople bersebelahan.

Kakek Panjalu  namanya Ardja Bangsa, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala kesalahannya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka semua, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, Aamiin.

Badannya agak pendek tapi kekar, kulitnya agak gelap, bicaranya lebih keras dan senang guyon. Naik mobil di terminal Ciamis ada kursi kosong dan duduk, maaf pak itu sudah ada yg punya,..…apa,…jangankan tempat duduk, mobil ini ake beli, lihat tuh ditas hitam, apa isinya, hardik kakek.

Yg waras ngalah, calo mobil pun pergi, kakek ake berbisik sama kawan sebelah, kakek tadi tdk bilang uangkan, tdk kek, iyah.

 

Senin, 07 Juli 2014

01141. UANG RECEH DIPONEGORO :



Sayup2 suara panggilan dari pangbayaran mulai terdengar, banyak nama2 asing sehingga sering ter-ngiang2 ditelinga ake, nama2 orang jawa tengah, yg berujung iem2, sehingga selalu jadi olok2-kan kami anak2 perumahan, dahulu banyak nama2 yg ingat, sekarang hanya nama ini yg masih melekat dalam ingatan, Djamingan,…. alm, semoga Allah memaafkan segala kesalahannya, menerima amal baiknya dan melapangkan alam kuburnya, AAmiin.

Ini waktunya ake harus dekat2 sama kakek Sadnawi, meraih tangannya dan jangan dilepas lagi, di-goyang2, diputar diapakan saja tapi jangan dilepas, sampai turun uang recehan logam lima ketipan, warna kuning dg gambar pangeran Diponogoro menunggang kuda. Mas Amay dapat berapa, Atof, Emif, Malik, Arra, Fahril, semua sudah kebagian, Arrrra………..jangan diemut, nanti ketelen, wuuuuh……….dasar si Arra.

Baru ake dan teman2 berlari kencang ke pasar, bisa beli mainan yg lagi ngetren, beli es cendol, beli buah manggu atau buah Kokosan yg sudah putih terang warna kulit buahnya karena masak, tandanya panjang sarat dg buahnya. Atau beli buah jeruk Ragi yg diuntun panjang dg daunnya, sehingga terlihat kontras warna buah yg oranye kemerahan bersanding dg warna hijau, manis2 lagi. Fahril mau beli apa……..maenan ya. Hari ini memang hari gembira bagi seluruh pekerja perkebunan, termasuk istri, anak dan cucunya, AlhamduliIllah. 

01141. HARI BAYARAN :


PASAR TENGAH BULANAN :

Selesai acara ini semua orang berkemas dan berangkat menuju ke pangbayaran , ini hari gajian paruh kedua dan bulan leuwih , dari kejauhan terlihat kakek ake memikul kotak besi berisi uang utk gajian para buruh hari ini.

Sementara dipasar dadakan di depan Tabet, pedagang sudah dari tadi pagi ber-siap2 dg jualannya. Ada pedagang dari pasar Banjar, pasar Rancah, berjualan bahan pokok, ikan asin, ada pakean, alat tulis, ada pedagang bako lempengan lengkap dg daun kawung dan kertas papirnya. Banyak juga pedagang makanan, ada tukang sate, ada pedagang masakan, ini ake kenal namanya Ende Imi, semoga Allah memaafkan segala kesalahannya, menerima amal baiknya dan melapangkan alam kuburnya, AAmiin.

Orang dari kampung  Parakan, badanya gemuk tapi masakannya enak2, apalagi daging gepuknya.Yg paling ake suka goreng onde2nya, tiap hari minggu pagi suka jualan onde2,  dimakan waktu masih panas, harum, manis, legit dan empuk entennya , karena dibuat dari biji kacang panjang yg diberi gula merah. Di Bandung juga banyak tapi tdk seenak buatan Ende Imi, karena entennya dibuat dari kacang ijo dan gula putih atau gula biang, sehingga tekturnya keras dan bear , manisnya hanya selintas.

Ada tukang es cendol, tukang buah2-an dan mainan, ada juga tukang dakwah lengkap dg sorban dan topi hajinya, dia berdiri di patok batas tanah Perkebunan ukuran 1/2 x 1/2  meter dg tinggi 1 meter, sebagai mimbarnya. Namanya sudah lupa, pasti sudah almarhum, semoga Allah memaafkan segala kesalahannya, menerima amal baiknya dan melapangkan alam kuburnya, AAmiin. Dia bicara terus walau tdk diperhatikan, pembukaan da’wahnya biasanya bagus dan benar, tapi belakangan suka ngaco, kadang me-maki2 dan malah bicara jorok, kata orang dia itu ngaji  do’a Syaefi teu kataekan.

 

0113. WAKTU DJOGO :


BELANDA KECIL :

Ini kejadian agak langka kalau tdk salah ake hanya menyaksikannya 2 / 3 kali, pagi2 sekali semua pekerja sadap sudah berkumpul, ada yg didepan halaman kantor perkebunan dilapangan rumputnya, ada yg dipinggir jalan dan di lapangan tenis, semua Djogo  menghadapi deretan mangkok aluminium tempat getah yg sudah dipoles mengkilat. Satu orang menghadapi duaratusan lebih mangkuk, itu adalah jumlah pohon karet yg ada di kanomerannya.

Satu orang tukang sadap mempunyai dua kanomeran kebon karet sadapan, jika hari ini nyadap kanomeran satu, besok nyadap pindah ke kanomeran dua, lusa balik lagi ke kanomeran satu, begitu terus bergiliran, tiap pohon karet disadap dua hari sekali, jadi sehari disadap sehari istirahat, makanya pohon karetnya panjang umur, sampai besar2 dan tinggi.Semua orang Djogo mempertontonkan mangkok sadapan utk dinilai kebersihannya oleh Kawasa perusahaan yg orang Belanda, namanya tuan Kamender, tinggi besar putih dan berhidung mancung.

Dahulu ake kira dia itu orang tua karena besar dan tinggiii sekali, belakangan baru tahu setelah dia dikabarkan nangis2 mau pulang ke nagri Belanda dan meminta maaf sama pekerja yg tak sengaja dimarahi. Memang katanya dia baru berumur 17 tahun, dan waktu barangkat ke Indonesia dipesani oleh ibunya "jangan memarahi orang Indonesia", ternyata bekas penjajah juga ada yg baik hati dan taat kepada pesan ibunya ya.

Tuh dia datang diiringi Ofsinder kebun dan di sambut para mandor masing2, dia berbicara sama Ofsinder sambil tongkatnya me-mukul2 mangkok sadapan yg ternyata kurang bersih, ini bersih tuan saya cuci tiap hari dan digosok pake abu dapur, aaa…tidak..tidak ini tidak bagus yaaah… Tuan berkeliling terus diiringi Ofsinder, mandor besar dan para mandor masing2.

0112. MOSTER GETAH :



Kalau rombongan penyadap sdh jln berbaris memikul getah masing2, menuju ke pabrik pengolahan, kakek dan ake ikut dibelakang rombongan, ini bukan perkara gampang. Berjalan mengikuti irama jln kakek, yg dihela irama jln rombongan para pemikul getah, dlm ember seng besar2. Ditambah keranjang yg berisi torosan mangkuk almunium, tak kurang dari 200 biji, berat dan harus cepat.

Ake harus berjalan cepat, atau lebih tepat berlariii kecil utk mengejar rombongan, kemudian berjalan setelah terkejar, berlari lagi, berjalan lagi. Arra jangan ikut…..dasar, untung jalan yg ditempuh jalan mobil perkebunan, walau masih tanah tapi rata dan licin. Sampai di pabrik pengolahan, getah karet ditimbang dan dicatat orang per orang, kemudian dituang kedalam bak dan dialirkan kedalam kotak persegi panjang bak lapis aluminium yg terletak di bangunan pabrik bagian bawah, dituang cuka biang, di-aduk2 dan dipasangi bilah2 aluminium sebagai sekat.

Kakek ake sekarang sudah ada disini memegang canting seukuran gelas kecil, melihat getah hasil sadapan rombongan hari ini, kemudian mengambil secanting getah sebelum mengental. Fahril jangan dimakan itu racun…..apa ini,…….oh empeng kirain getah karet. Kita ikuti terus mau apa dia, kakek me-remas2 getah sambil jalan masuk kepengilingan basah. Ini tempat yg sangat bising itu, disini getah2 yg sudah berbentuk seperti tahu cina putih bersih persegi tapi besar, digiling menjadi lembaran2 tipis dan panjaaang, dibikin karet sheet namanya.

Getah dlm genggaman kakek ternyata ikut digiling ber-ulang2 sampai pipih, kemudian ditimbang dan disetorkan diruang lain. Bapak  ake belakangan yg cerita bahwa getah yg dibawa kakek adalah moster  getah yg harus diambil setiap hari penyadapan,  akan digabungkan dg data cuaca, curah hujan alat pengukurnya ada di belakang gedung poliklinik.

Dari laporan berat jenis getah yg didapat hari itu, jumlah total getah sadapan hari itu, digabungkan dg data curah hujan, yg dikirim melalui telegram langsung ke kantor besar perusahaan di Belanda sana, mereka akan tahu berapa ton jumlah produksi karet jadi hasil hari itu, masih pada hari yg sama, tanpa laporan yg ber-tele2 dan mungkin aspal, orang bule tahun 1950-an gitu lho.

01112. TEMPO MUPUL :

TANDA JATUH TEMPO MUPUL :

Tugas kakek menetapkan waktu ngeureut  dan mupul  sadapan, dg cara memukul kentongan. Waktu mukul kentongan saat ngeureut ake tdk tahu mungkin masih tidur pulas, tapi waktu mukul kentongan saat mupul sadapan ake hadir, patokannya bukan jam, maklum waktu itu jam kantong masih barang mahal dan langka, yg pakai baru sebatas Ofsinder jadi belum sampai ke mandor besar.

Ada patokan yg jitu yaitu dg mengukur bayangan badan kita, caranya, waktu berdiri bayangan ujung kepala kita dikasih tanda. Bayangan ujung kepala mas Atof yg mana, kemudian ujung tumit belakang kaki kanan kita ditempel keujung jempol kaki kiri dan mulai menghitung, 1, kemudian kaki kiri diangkat dan tumitnya didekatkan ke ujung jempol kaki kanan, 2, sekarang kaki kanan pindah kedepan tepat didepan ujung jempol kaki kiri, 3, sekarang kaki kiri pindah kedepan dan dipalangkan menyilang didepan ujung jempol kaki kanan, 3 1/2.

Yang Emif berapa……..ah salah, yg mana tadi tandanya, ulang lagi, kacau mif nih. Kalau sudah pas jatuh diujung bayangan kepala yg sudah dikasih tanda tadi, itu waktu mupul, bertepatan dg jam 10.30, tdk percaya, ayo kita coba lagi bareng2.

Ake tdk sempat tahu patokan mupul kalau cuaca mendung tdk ada mata hari, tdk ada jam, karena selama ake ikut kakek kekebun, blm pernah bertepatan dg cuaca mendung. Ada lagi tugas kakek, kalau bilah bidang sadapan yg tersedia sesuai patrun dipohon karet sdh akan habis, kakek harus membuat gambar patrun baru dibilah sebaliknya, ada maalnya tdk asal gambar, bidang sadapan harus disesuaikan dg tegakan pohon karet, supaya getah yg disadap mengalir lancar tdk meler ke-mana2.

01111. KAKE AKE SADNAWI :



Setelah beranjak besar dan ake sudah bisa mengimbangi langkah kaki kakek ake, ake juga punya kake lho, namanya Sadnawi alm, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, AAmiin. Dalam surat undangan ake sering baca tertulis Rd San-da-na-wi, malum waktu itu masih jarang orang pandai tulis baca dg baik, banyak yg masih buta huruf.

Kalau libur sekolah sering diajak kakek kerja, atau ake yg mendatangi kakek di tempat kerja di afdeling  Batu Gajah. Ada 3 afdeling di perkebunan karet Cisaga Banjar ini, afdeling Lemah Neundeut, afdeling Ranca Tapen dan afdeling Batu Gajah, yg dekat. Tepatnya bukit kebun karet diseberang perumahan, jadi ake cukup menyebrang  kali Ciliung. Hati2 kalau aliran airnya sedang deras harus sama orang dewasa, posisi Malik harus sebelah hilir, posisi mas Amay sebelah hulu, Arra, Fahril jangan ikut…………...., kaya orang gede aja.

Harus berpegangan dan melangkah berbarengan, utk mengurangi derasnya terjangan air, kita sampai diseberang duluan ooi…..., kemudian menapaki tanjakan berumput tebal dan keteduhan pohon karet yg besar2. Sampai dipuncak masih harus nyebrang  jembatan dari saluran air yg menggerakkan turbin pembangkit generator pabrik karet disiang hari, kalau malam hari dipakai generator listrik utk penerangan.

Dari situ tinggal hamparan kebun datar, ketemu deh befak afdeling Batu Gajah dan kakek bersama kawannya para mandor, kakek adalah mandor besarnya, dahulunya mandor malah tukang sadap juga,  karena rajin dan kerjanya bagus, naik pangkat deh. Waktu masih jadi tukang sadap sangat teliti, pisau sadapan kakek tdk pernah menyentuh daging batang pohon karetnya, sehingga bidang sadapan pohon karet kanomeran  kakek tdk ada yg benjol2.
Utk itu kakek mendapat hadiah pisau sadap buatan Jerman merk Solingen, bagus sekali, bisa dilipat seperti pisau lipat dan ada bungkusnya dari kulit tebal mengkilat, bagus sekali, tuh sekarang juga dipakai dicantelkan dlm ikat pinggang.

Gagah sekali kakek ake Sadnawi ini, badannya tinggi besar kulitnya putih bersih, tdk berkunis, pakai baju setelan khaki, tangannya memegang tongkat rotan dg bagian pegangan yg melingkar, pakai sepatu jungle dari kanvas dan topi gabus putih, ada tulisan dibagian dalamnya, tapi ake sudah lupa apa tulisannya, atau mungkin tdk mengerti bahasanya.


Minggu, 06 Juli 2014

0002. SIKAP DAN KARAKTER :



Diantara kebahagiaan di surga kelak adalah ketika sebuah keluarga berkumpul dan saling bercerita dlm usia sebaya, nah, apatah yg membedakan antara ake, kakek ake dan kalian kecuali sikap dan karakter.

Karena itu pemahaman sikap dan karakter figur adalah penting.

Setiap orang tua adalah pahlawan dan figur kebanggaan anaknya, mereka bukan pahlawan besar, tapi ake meniti perjalanan kehidupan ini dimulai dari ujung jalan kehidupan yg tlh mereka buat.

Jika jalan kehidupan yg ake jalani hari ini terasa ringan, itu karena kerja berat mereka sebelumnya, dibalik orang yg sukses selalu ada orang tua yg kerja keras.

Memang tdk banyak yg bisa ake ceritakan tentang mereka alm, tapi percayalah itu jauh lebih baik daripada tdk ada cerita sama sekali, karena tdk semua teman2 kalian mendapat cerita juga.

Terahir, tersirat keinginan jika ada sikap tindak yg baik yg telah dilakukan mereka insyaAllah, kiranya dpt dijadikan sikap dan keteladanan kalian, mas Amay, mas Athof, Emif, Maik, arra ..... “faii juga amah”.

Jika ada kebaikan didalamnya adalah rachmat dari Allah, segala kasalahan adalah dari ake, utk itu mohon dimaafkan,

Wasalamualaikum warachmattullahi wabarakatuh.







0001. JALAN KEHIDUPAN :



Asalamualaikum warachmatullahi wabarakatuh.

Ake tuliskan sepenggal catatan ini pertama, karena rasa syukur, bahwa Allah telah memilihkan jalan kehidupan ini.

Banyak langkah yg tersalah dan tak semestinya, tetapi itulah yg tlh terjadi sbg ketetapan dari Allah.

Demikian setiap anak Adam dilahirkan dg jasad dari sari pati tanah, kemudian Allah meniupkan kepadanya dari kelompok ruh yg sama dan sebaya.

Dituliskan pula ketetapan hidupnya, para raja, senapati, putra mahkota dan rakyat jelata.

Sama cermat dan telitinya, sehingga tdk ada kesamaan jln kehidupan seorang tentara didlm barak yg sama, bahkan dari rachim yg sama. Catatan itu tersimpan ditempat yg sama di Lauhilmahfuzd.

Dengan keyakinan demikian kehidupan setiap manusia sama manarik dan bermaknanya, bak babad raja2 tanah Jawa, yg berbeda hanya setting propertynya.

Bahwa ada jalan kehidupan, sikap dan pemikiran yg berbeda, adalah ruang utk menimba pengalaman dari kehidupan apapun.

Kenyataan bhw segala sumberdaya dan setting property bersipat fana, selalu berubah bahkan hilang tak berbekas, tdk terkecuali pelakonnya.

Apa yg ake lakukan kemarin blm tentu dpt dilakon ulang dihari ini.

Gemuruh penggilingan basah di perkebunan karet Cisaga Banjar, telah sepi berganti komuditi.

Titian panjang jembatan Cikacepit dan Terowongan Sumber, di jalur kereta api Banjar Pangandaran tinggal rongsokan.

Padang alang2 Sori Uttu di pulau Sumbawa, ladang perburuan rusa tlh berganti jadi pemukiman transmigrasi.

Penyeberangan rakit arus deras Padang Guci di Bengkulu Selatan, telah lama mati.

000. KEHIDUPAN ADALAH ISTIMEWA.:




Asalamualaikum warachmatullahi wabarakatuh.

Setiap manusia dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa, jasadnya dari sari pati tanah dan Allah meniupkan kepadanya dari kelompok ruh yg sama dan sebaya.

Bersamaan dg penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya, dituliskan pula jalan hidupnya, para raja, senapati, para punggawa, rakyat jelata dan putra mahkotanya.

Rencana kehidupan seorang raja dan rakyat jelata, sama2 dituliskan Allah dg cermat dan teliti, sehingga tdk ada kesamaan jalan kehidupan seorang tentara yg tinggal didalam barak yg sama.

Dg keyakinan seperti inilah saya menuliskan catatan kehidupan ini, bahwa setiap manusia mempunyai jalan kehidupan yg berbeda, sikap dan pemikiran yg berbeda, sehingga selalu ada peluang utk menimba pengalaman dari kehidupan apapun.

Jika ada kebaikan didalamnya adalah rachmat dari Allah, segala kasalahan adalah dari saya, mohon dimaafkan.

Wasalamualaikum warachmattullahi wabarakatuh.

Jumat, 04 Juli 2014

Panutup

Mugia mama, aki buyut, bao, Ardja Bangsa almarhum ditampi iman islamna, dihapunten sadaya kalepatannan, dipiwelas dipiasih ku Gusti jalaran anjeuna parantos miwelas sareng miasih ka abdi sadaya, kalayan kenging tempat anu mulya di sisi Allah subhanahu wataalla, Aamiin.

Wassalamualaikum WR.WB.

Jejer


Pangemut-emut ka mama, aki, buyut, bao urang sadaya, wastana Ardja Bangsa almarhum, anu tinemu kana jejer sareng tajeur kahirupan, ti wangkid jumenengna, tug dugi ka pupusna, tetp tigin kana pamadegan nana.

Almarhum tuntas ngalaksanakeun kewajibannana, salaku caroge  kaistrina, mama kaputra putrina, aki kaincu-incuna, buyut kacucu cicitna, saimbang kalayan kamampuananana kadulur kabaraya, nu tebih nu kacet, kenging perhatosan anu sawajarna, kasasama kasomah kasemah, kakiyai ka santri, ka pangangung, estu laku saujratna.

Henteu cueut kanu hideung tara ponteng kanu koneng, estu merenah saimbang sareng takeran nana, raket sareng guyonannana. Payus  panutaneun urang salaku ahli warisna, pikeun ngarojong jejerna, najeurken pamadegannana kalayan Asmana.

Hatur nuhun.


Pihatur



Para putra, incu, buyut, bao Ardja Bangsa alm :
 0123

Assalamualaikum WR.WB.

Mugia saderek sakulawargi aya dina rachmat Allah, sehat wal afiat kalayan kajembaran, alhamdulillah sim kuring sakulawargi aya dina kawilujengan kenging panangtayungan ti Allah, tina doa saderek sadaya.

 Kalayan hormat  di dugiken catetan sim kuring tina naon anu kasaksi sareng kaemut, anu, aya patalina sareng, mama, aki, buyut, bao Ardja Bangsa almarhum. tangtos seueur pisan pangalaman para saderek sadaya, anu patali sareng almarhum nalika jemeneng kuanjeun, mangrupikehormatan, utaminapara saderek kersa ngadugikeun  ka sim kuring.

 Hatur nuhun.