Sabtu, 12 Juli 2014

01313. UANG SEBENGGOL :



Kalau tadi suara anginnya mendenging, sekarang berubah menjadi air meyemprot sebesar kepala obeng dg kecepatan 1,6 km/detik, cepat sekali kan kalau kena baju bisa robek saking cepat dan mampatnya.
Kemudian menerjang baling2 turbin berupa mangkuk2 dan berputar dg kuat, makin kuat bertenaga dan kencang. Semua orang di pabrik panik, karena mereka tahu bapak ake ada dibawah turbin yg sekarang berputar kencang, mandor pabrik segera lari keatas dawuan dan menutup pintu air.

Semua orang bergegas memeriksa ke lubang turbin, tapi tdk ada yg berani masuk turbin masih berputar kencang, ada yg lari kehilir  tempat pembuangan air, memeriksa barangkali air sudah merah karena darah dan badan bapak ake hanyut tercincang baling2, tapi ditunggu lama tdk ada hanyut.
Putaran turbin melambat dan ahirnya berhenti, tak lama kemudian bapak ake keluar pelan2 dari celah persembunyian dan naik keatas, kedinginan, alhamduliIllah.

Rupanya dlm kepanikan bpk ake sempat melihat celah sempit antara baling2 turbin dg dinding, dan merapat diam tdk bergerak disana, ahirnya bpk ake diangkat ber-bamai2 diarak keliling lantai pabrik.
Tdk diketahui siapa orang yg membuka pintu air yg tdk dijaga tadi, tapi sejak itu gaji bpk ake dinaikan sama kawasa perkebunan dari 3 ketip 5 sen, uang berapa tuh tahun 1940an, menjadi 3 ketip 7 sen 5 peser, jadi dpt kenaikan 2 sen 5 peser atau "sabenggol".

Sekali waktu ake ngantar nasi lagi, bpk sedang mengecat dinding atas gedung pengasapan karet seet  setinggi gedung 5 lantai, tinggi sekali pakai tali bergantungan, membuat tulisan "Cisaga Anno".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar