Sabtu, 12 Juli 2014
01212. TACKLE-ING SINYO BELANDE :
Dahulunya mereka berdua kakek Sadnawi dan kekek Ardja Bangsa, sama2 bekerja di perkebunan Gunung Bitung, karena Ofsinder Gunung Bitung itu orang sekampung dan masih saudara kakek Ardja Bangsa. Tapi waktu maen bola kakek Ardja Bangsa men-tackle dg keras kawasa perkebunan yg orang Belanda itu, sampai tersuruk diselokan. Utk menjaga keselamatan dan atas saran Ofsinder, kakek Ardja Bangsa pulang kampung dan tak pernah kembali lagi, ini jaman Belanda lho jangan main2 sama penguasa.
Sekarang dia sudah sering datang, cucunya banyak dan beberapa yg sdh beranjak dewasa, tapi semua perempuan, ake ini cucu laki2 pertamanya, makanya dia sering datang menengok ake. Kalau datang dia menjinjing tas kulit warna hitam yg banyak lipatannya, pake baju bedahan, celana panjang dan sepatu kulit, dan ini yg khasnya, dia pake iket kepala model barangbang semplak dan merokok padudan. Saku celananya dalam sekali, karena dari situ bisa keluar 3 butir telur asin kesukaan ake, dia juga tdk pernah lupa membawakan ake kain sarung baru.
Berkali kali dia merayu bpk mau membawa ake ke Panjalu, tapi sering kandas, kali ini ake sudah naik ke kelas 3 sekolah rakyat, rupanya rayuan kakek yg satu ini berhasil mendapat ijin bpk. Kakek sendiri yg datang ke sekolah meminta ijin dan surat pindah, kemudian ake dibawa ke Panjalu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar