Senin, 07 Juli 2014
01141. UANG RECEH DIPONEGORO :
Sayup2 suara panggilan dari pangbayaran mulai terdengar, banyak nama2 asing sehingga sering ter-ngiang2 ditelinga ake, nama2 orang jawa tengah, yg berujung iem2, sehingga selalu jadi olok2-kan kami anak2 perumahan, dahulu banyak nama2 yg ingat, sekarang hanya nama ini yg masih melekat dalam ingatan, Djamingan,…. alm, semoga Allah memaafkan segala kesalahannya, menerima amal baiknya dan melapangkan alam kuburnya, AAmiin.
Ini waktunya ake harus dekat2 sama kakek Sadnawi, meraih tangannya dan jangan dilepas lagi, di-goyang2, diputar diapakan saja tapi jangan dilepas, sampai turun uang recehan logam lima ketipan, warna kuning dg gambar pangeran Diponogoro menunggang kuda. Mas Amay dapat berapa, Atof, Emif, Malik, Arra, Fahril, semua sudah kebagian, Arrrra………..jangan diemut, nanti ketelen, wuuuuh……….dasar si Arra.
Baru ake dan teman2 berlari kencang ke pasar, bisa beli mainan yg lagi ngetren, beli es cendol, beli buah manggu atau buah Kokosan yg sudah putih terang warna kulit buahnya karena masak, tandanya panjang sarat dg buahnya. Atau beli buah jeruk Ragi yg diuntun panjang dg daunnya, sehingga terlihat kontras warna buah yg oranye kemerahan bersanding dg warna hijau, manis2 lagi. Fahril mau beli apa……..maenan ya. Hari ini memang hari gembira bagi seluruh pekerja perkebunan, termasuk istri, anak dan cucunya, AlhamduliIllah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar