Senin, 07 Juli 2014
0112. MOSTER GETAH :
Kalau rombongan penyadap sdh jln berbaris memikul getah masing2, menuju ke pabrik pengolahan, kakek dan ake ikut dibelakang rombongan, ini bukan perkara gampang. Berjalan mengikuti irama jln kakek, yg dihela irama jln rombongan para pemikul getah, dlm ember seng besar2. Ditambah keranjang yg berisi torosan mangkuk almunium, tak kurang dari 200 biji, berat dan harus cepat.
Ake harus berjalan cepat, atau lebih tepat berlariii kecil utk mengejar rombongan, kemudian berjalan setelah terkejar, berlari lagi, berjalan lagi. Arra jangan ikut…..dasar, untung jalan yg ditempuh jalan mobil perkebunan, walau masih tanah tapi rata dan licin. Sampai di pabrik pengolahan, getah karet ditimbang dan dicatat orang per orang, kemudian dituang kedalam bak dan dialirkan kedalam kotak persegi panjang bak lapis aluminium yg terletak di bangunan pabrik bagian bawah, dituang cuka biang, di-aduk2 dan dipasangi bilah2 aluminium sebagai sekat.
Kakek ake sekarang sudah ada disini memegang canting seukuran gelas kecil, melihat getah hasil sadapan rombongan hari ini, kemudian mengambil secanting getah sebelum mengental. Fahril jangan dimakan itu racun…..apa ini,…….oh empeng kirain getah karet. Kita ikuti terus mau apa dia, kakek me-remas2 getah sambil jalan masuk kepengilingan basah. Ini tempat yg sangat bising itu, disini getah2 yg sudah berbentuk seperti tahu cina putih bersih persegi tapi besar, digiling menjadi lembaran2 tipis dan panjaaang, dibikin karet sheet namanya.
Getah dlm genggaman kakek ternyata ikut digiling ber-ulang2 sampai pipih, kemudian ditimbang dan disetorkan diruang lain. Bapak ake belakangan yg cerita bahwa getah yg dibawa kakek adalah moster getah yg harus diambil setiap hari penyadapan, akan digabungkan dg data cuaca, curah hujan alat pengukurnya ada di belakang gedung poliklinik.
Dari laporan berat jenis getah yg didapat hari itu, jumlah total getah sadapan hari itu, digabungkan dg data curah hujan, yg dikirim melalui telegram langsung ke kantor besar perusahaan di Belanda sana, mereka akan tahu berapa ton jumlah produksi karet jadi hasil hari itu, masih pada hari yg sama, tanpa laporan yg ber-tele2 dan mungkin aspal, orang bule tahun 1950-an gitu lho.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar