Sabtu, 12 Juli 2014

012323. TEROWONGAN SUMBER :



Acara blm selesai lepas jembatan disambut hutan lebat gelap dg pepohonan dlm jalur jalan melingkar dan didepan menghadang tebing dan hutan belantara dg lobang terowongan tepat di-tengah2 jalur kereta, terowongan Sumber.

Dimulut terowongan banyak ditemukan galah sedepa, diraih dan dibawa masuk, bismilahirahman nirahim, pengap dan gelap dicoba menyalakan paneker habis bensin, lumayan buricak batu paneker menjadi harapan, makin kedalam makin pengap dan gelap, bukan hanya telunjuk yg tdk kelihatan, hidung sendiri tdk ketahuan dimana rimbanya.

Rupanya hanya galah inilah yg dpt menuntun petualang menapaki terowongan dg benar, tdk membentur dinding, masih ada bahaya lain, kalau ada petualang berlawanan arah bisa langsung beradu hidung, oooh masih ada, karena gelaaap. Sekarang dimulai kebiasaan baru, setiap lima langkah petualang harus bergantian batuk utk memberi isyarat kpd petualang didepan, rekeet, rekeet, uhuuuk,........rekeet, rekeet, uhuuuuk.

Ada secercah sinar dikejauhan membuat langkah dan nafas lebih ringan, makin lama cahaya makin besar dan memenuhi terowongan, bersamaan dg semilir segar udara laut, memang ujung terowongan seperti menembus laut dan ahirnya berbelok kekanan menyusur pinggiran laut selatan, halteu Pangandaran terasa dlm jangkauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar