Sabtu, 12 Juli 2014
01412. GAMBIR BUAT NENEK :
Kalau ake main dan melihat pohon pinang berbuah, ake panjat dan dibawa pulang kerumah utk nenek nyeupah, enak tdk nek buah pinang yg kemaren, "ah kurang enak rada kecut, yg enak mah yg kemaren dulu, buahnya bulat2".
Wah itu susah, pinangnya sdh tua jadi pohonnya tinggi sekali, mana buahnya jarang, tumbuhnya dipinggir kali lagi, batangnya dipakai tempat ngikat pegangan jembatan bambu.
Tapi ake terpaksa panjatin juga tuh pohon pinang walau paha sama telapak kaki ake gamang, habis buat nenek tersayang. Tangkap nih Mif,............awas, …ah. jatuh keselokan.
"Kesana belikan sirih, gambir sama kapurnya" kata nenek, ake berangkat lagi membeli sirih, penjualnya jauh tapi sirihnya bagus dan segar.
Waktu ake sudah bekerja, di Palembang dipasar dekat jembatan Ampera melihat gambir bagus sekali, diris segi panjang putih dan ringan, ake heran gambir yg dibeli ake utk nenek dahulu dicetak bulat dan berat, rupanya sudah terlalu banyak campurannya.
Ake beli gambir Sumatra segepok dan dibawa pulang ke Bandung dikasih orang yg suka nyeupah, nenek ake almarhum sudah lama meninggal, waktu meninggalnya ake sedang di Lampung tidak sempat bertemu dahulu.
Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala kesalahannya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi, nenek Suyi, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, amien.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar