Minggu, 06 Juli 2014

0001. JALAN KEHIDUPAN :



Asalamualaikum warachmatullahi wabarakatuh.

Ake tuliskan sepenggal catatan ini pertama, karena rasa syukur, bahwa Allah telah memilihkan jalan kehidupan ini.

Banyak langkah yg tersalah dan tak semestinya, tetapi itulah yg tlh terjadi sbg ketetapan dari Allah.

Demikian setiap anak Adam dilahirkan dg jasad dari sari pati tanah, kemudian Allah meniupkan kepadanya dari kelompok ruh yg sama dan sebaya.

Dituliskan pula ketetapan hidupnya, para raja, senapati, putra mahkota dan rakyat jelata.

Sama cermat dan telitinya, sehingga tdk ada kesamaan jln kehidupan seorang tentara didlm barak yg sama, bahkan dari rachim yg sama. Catatan itu tersimpan ditempat yg sama di Lauhilmahfuzd.

Dengan keyakinan demikian kehidupan setiap manusia sama manarik dan bermaknanya, bak babad raja2 tanah Jawa, yg berbeda hanya setting propertynya.

Bahwa ada jalan kehidupan, sikap dan pemikiran yg berbeda, adalah ruang utk menimba pengalaman dari kehidupan apapun.

Kenyataan bhw segala sumberdaya dan setting property bersipat fana, selalu berubah bahkan hilang tak berbekas, tdk terkecuali pelakonnya.

Apa yg ake lakukan kemarin blm tentu dpt dilakon ulang dihari ini.

Gemuruh penggilingan basah di perkebunan karet Cisaga Banjar, telah sepi berganti komuditi.

Titian panjang jembatan Cikacepit dan Terowongan Sumber, di jalur kereta api Banjar Pangandaran tinggal rongsokan.

Padang alang2 Sori Uttu di pulau Sumbawa, ladang perburuan rusa tlh berganti jadi pemukiman transmigrasi.

Penyeberangan rakit arus deras Padang Guci di Bengkulu Selatan, telah lama mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar