Senin, 07 Juli 2014
01111. KAKE AKE SADNAWI :
Setelah beranjak besar dan ake sudah bisa mengimbangi langkah kaki kakek ake, ake juga punya kake lho, namanya Sadnawi alm, Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil, AAmiin. Dalam surat undangan ake sering baca tertulis Rd San-da-na-wi, malum waktu itu masih jarang orang pandai tulis baca dg baik, banyak yg masih buta huruf.
Kalau libur sekolah sering diajak kakek kerja, atau ake yg mendatangi kakek di tempat kerja di afdeling Batu Gajah. Ada 3 afdeling di perkebunan karet Cisaga Banjar ini, afdeling Lemah Neundeut, afdeling Ranca Tapen dan afdeling Batu Gajah, yg dekat. Tepatnya bukit kebun karet diseberang perumahan, jadi ake cukup menyebrang kali Ciliung. Hati2 kalau aliran airnya sedang deras harus sama orang dewasa, posisi Malik harus sebelah hilir, posisi mas Amay sebelah hulu, Arra, Fahril jangan ikut…………...., kaya orang gede aja.
Harus berpegangan dan melangkah berbarengan, utk mengurangi derasnya terjangan air, kita sampai diseberang duluan ooi…..., kemudian menapaki tanjakan berumput tebal dan keteduhan pohon karet yg besar2. Sampai dipuncak masih harus nyebrang jembatan dari saluran air yg menggerakkan turbin pembangkit generator pabrik karet disiang hari, kalau malam hari dipakai generator listrik utk penerangan.
Dari situ tinggal hamparan kebun datar, ketemu deh befak afdeling Batu Gajah dan kakek bersama kawannya para mandor, kakek adalah mandor besarnya, dahulunya mandor malah tukang sadap juga, karena rajin dan kerjanya bagus, naik pangkat deh. Waktu masih jadi tukang sadap sangat teliti, pisau sadapan kakek tdk pernah menyentuh daging batang pohon karetnya, sehingga bidang sadapan pohon karet kanomeran kakek tdk ada yg benjol2.
Utk itu kakek mendapat hadiah pisau sadap buatan Jerman merk Solingen, bagus sekali, bisa dilipat seperti pisau lipat dan ada bungkusnya dari kulit tebal mengkilat, bagus sekali, tuh sekarang juga dipakai dicantelkan dlm ikat pinggang.
Gagah sekali kakek ake Sadnawi ini, badannya tinggi besar kulitnya putih bersih, tdk berkunis, pakai baju setelan khaki, tangannya memegang tongkat rotan dg bagian pegangan yg melingkar, pakai sepatu jungle dari kanvas dan topi gabus putih, ada tulisan dibagian dalamnya, tapi ake sudah lupa apa tulisannya, atau mungkin tdk mengerti bahasanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar