Sabtu, 12 Juli 2014
012322. JEMBATAN CIKACEPIT :
Barang dagangan tinggal sedikit tapi naluri petualangan mendorong meraka melanjutkan perjalannan, udara pagi persawahan terasa sejuk disebelah kiri langit biru menaungi gelegaknya ombak laut selatan, didepan dan arah kanan nuansa hijau mewarnai gunung2 bertautan, ayunan kaki dan pikulan terasa lebih ringan.
Jalur jalan tetap lurus seolah menuju laut sampai diujung perbukitan, ternyata dataran terputus sebuah lembah yg dalan dan jalur kereta ada diatas jembatan panjaaaang Cikacepit, dibawah ngarai terlihat sawah dan sungai berbatu, terlihat orang2 kecil sedang mengerjakan sawah, panjang dan tinggi dg konstruksi penyangga terbalik ada dibawah, jembatan seolah tak berpegangan.
Bagaimana ini mau lewat jalur jln aspal, harus berbalik arah memutar begitu jauh, mau lanjut serasa gamang dan tak mampu, ahirnya kafilah dagang terduduk dipinggiran rel ujung jembatan. Sayup2 terdengar bunyi besi jembatan yg dipalu, terlihat orang sedang memperbaiki ujung jenbatan dan memukul, yg aneh suara pukulan tdk seirama dg gerakan palu, seakan pantulan karet yg berbunyi.
Bentang jembatan hampir 200 meter diatas lembah yg dalam, sehingga gemma pukulan mengalami perlambatan berbanding jarak pandang, ketika posisi palu diatas bunyi baru sampai kpd penonton. Melihat orang bergelantungan dlm rangka jembatan menumbuhkan keberanian para petualang utk mencoba out bond.
Bangun dan mencoba hati2, kaki kiri melangkah ringan kedepan menggapai bantalan, beban badan dan pikulan masih berada dibelakang, setelah mantap kaki kiri berpijak baru berat badan dan pikulan bergerak mengayun kedepan bersamaan dg kaki kakan melangkah merapat ke posisi kaki kiri, tahan keseimbangan, yaa, kaki kiri melagkah lagi ringan kebantalan depan, mantap, berat badan dan pikulan diayun kedepan bersamaan kaki kanan merapat keposisi kaki kiri, yaa.........., begitu terus diikuti petualang out bond kedua.
Gerakan ini terasa begitu lambat tapi siapapun tak berani berimprofisasi, kalau mata kita diangkat jauh dari jembatan, terlihat gerakan mereka seperti ulat jeungkal berjalan dg pikulan.
Dan daratan terasa semakin jauh dibawah, tebing sawah dan pucuk kelapa makin menjauh, air sungai dan batu2 sungguh membuat gamang dlm melangkah. Tapi siapakah yg berani surut kebelakang, tdk, tak terasa acara out bond telah berganti jadi uji nyali, apa boleh buat, dan kera2 bergelantungan di-pucuk2 pohon hutan seberang mentertawakan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar