Senin, 07 Juli 2014
01141. HARI BAYARAN :
PASAR TENGAH BULANAN :
Selesai acara ini semua orang berkemas dan berangkat menuju ke pangbayaran , ini hari gajian paruh kedua dan bulan leuwih , dari kejauhan terlihat kakek ake memikul kotak besi berisi uang utk gajian para buruh hari ini.
Sementara dipasar dadakan di depan Tabet, pedagang sudah dari tadi pagi ber-siap2 dg jualannya. Ada pedagang dari pasar Banjar, pasar Rancah, berjualan bahan pokok, ikan asin, ada pakean, alat tulis, ada pedagang bako lempengan lengkap dg daun kawung dan kertas papirnya. Banyak juga pedagang makanan, ada tukang sate, ada pedagang masakan, ini ake kenal namanya Ende Imi, semoga Allah memaafkan segala kesalahannya, menerima amal baiknya dan melapangkan alam kuburnya, AAmiin.
Orang dari kampung Parakan, badanya gemuk tapi masakannya enak2, apalagi daging gepuknya.Yg paling ake suka goreng onde2nya, tiap hari minggu pagi suka jualan onde2, dimakan waktu masih panas, harum, manis, legit dan empuk entennya , karena dibuat dari biji kacang panjang yg diberi gula merah. Di Bandung juga banyak tapi tdk seenak buatan Ende Imi, karena entennya dibuat dari kacang ijo dan gula putih atau gula biang, sehingga tekturnya keras dan bear , manisnya hanya selintas.
Ada tukang es cendol, tukang buah2-an dan mainan, ada juga tukang dakwah lengkap dg sorban dan topi hajinya, dia berdiri di patok batas tanah Perkebunan ukuran 1/2 x 1/2 meter dg tinggi 1 meter, sebagai mimbarnya. Namanya sudah lupa, pasti sudah almarhum, semoga Allah memaafkan segala kesalahannya, menerima amal baiknya dan melapangkan alam kuburnya, AAmiin. Dia bicara terus walau tdk diperhatikan, pembukaan da’wahnya biasanya bagus dan benar, tapi belakangan suka ngaco, kadang me-maki2 dan malah bicara jorok, kata orang dia itu ngaji do’a Syaefi teu kataekan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar