Sabtu, 12 Juli 2014
012311. BERNIAGA JAMAN JEPANG :
TANJAKAN CAGEUR :
Jaman penjajahan Jepang, barang komuditi dibatasi, seperti beras, minyak kelapa, gula dll, kakek empat beranak semua laki2. Ya Allah semoga engkau menerima amal baiknya, mengampuni segala dosanya, melapangkan alam kuburnya serta menyayangi mereka, karena mereka telah mengasihi ake waktu ake masih kecil.
Berniaga dg pikulan lewat terobosan jl tikus menghindari patroli Jepang. Jalur Lumbung Panawangan Kuningan Cirebon, satu pikulan membawa 50 kg barang, ada gula merah, minyak kelapa ada juga mie kering dari ampas tapioca warna kuning.
Berangkat dari kampung dini hari masuk jalur tikus, sampai di Panawangan motong jl hideung hampir subuh, sampai di Sela Djambe masuk lagi jalur terobosan pendakian tanjakan Cageur, mulai nginjakan kaki awal tanjakan jam 7.00 pagi, bismiIllahhi rahman nirahim. Jln tanah me-lingkar2 dibibir tebing yg hampir tegak, Setiap langkah adalah perjuangan, mengangkat beban dan kontrol keseimbangan, harus tetap waspada.
Masuk pundak pendakian tanjakan Cageur waktu sudah jam 10.00. Dititian terahir harus sigap, sambil melangkah tangan kiri meraih daun ilalang, dan disimpul dlm satu gerakan jari telunjuk, sambil berdo’a "cageur beuteung waras badan", tangan kanan tetap harus mengontrol rancatan, alhamduliIllah.
Sampai di kampung Kretep jln tinggal mendatar melingkari area waduk Darma, istirahat dan makan dg goreng beunter ikan endemic waduk Darma. Perjalanan dilanjutkan menyusuri jln hideung sampai Kuningan, istirahat lagi dan makan, dilanjutkan dg perjalanan malam, kadang sampai Cilimus nginap dahulu, baru dilanjutkan besok subuh perkiraan sampai Cirebon waktu pasar pagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar